Tuh.. kan bila ada kejadian Luar biasa seperti kasus DBD , kasus Kematian Bayi atau Kasus campak dll , selalu saja yang menjadi sasaran adalah bawahan , mungkin ini sudah jadi Budaya ,ini mungkin sudah menjadi adat atau suatu keharusan bahwa saya yang di atas tak pernah salah...
Pada suatu ketika saya pernah bertanya pada mereka ..Indikator apa yang menjadi Tolak Ukur keberhasilan Kegiatan Pogging ? ..Bagai mana Cara mengukur Frekwensi Promkes ? jawabnya anu...anu..sambil cengar cengir nga jelas bin ngawur alih-alih yang jadi alasanya adalah dana..? woow Luar biasa Beginikah cara mereka berpikir, beginikah cara menjawabnya atau memang orang seperti saya ini cukup di jawab seperti itu.
he..he
Tanpa adanya Tolak Ukur sebagai standar suatu keberhasilan ,pola kerja seperti ini seperti sebuah sandiwara ,pandai berpura-pura yang penting pimpinan senang ,tetapi di balik itu semua terselip sebuah kinerja yang amburaddul bin ngawur...
Maaf ini hanya sebuah pendapat...
.Jangan terlalu panik atau cepat mengambil kesimpulan bahwa bawahan adalah yang paling bertanggung jawab terhadap kejadian luar biasa...tanyakan pada diri anda !
- Sudah sejauh mana anda membimbing mereka ?
- Berapa kali anda Turun kelapangan ?
- Sudahkah anda memberikan Pasilitas /alat yang mereka butuhkan ?
- sejauh mana Tingkat pengawasan ?
- Inopasi apa yang ada sudah perbuat selama ini ?
dan banyak lagi yang harus Kita pertanyakan pada diri sendiri sebelum ada menyalahkan orang lain.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar