Kami sendiri tidak tahu apakah metode Seperti ini akan berhasil..namun sekali lagi kami katakan kita hanya bisa mencoba dan terus mencoba, merubah suatu pola hidup bukan perkara mudah tidak seperti kasus DBD paling banter kegiatan 4M ,atau pogging Pokus atau Masal...,Merubah suatu kebiasaan memerlukan waktu yang panjangggggggg namun bukan berrti tidak ada cara atau metode untuk memperpendeknya nah salah satu cara yang kami lakukan selain Cuap-cuap di depan anak-anak sekolah dasar ,kami juga membagikan gambar/ Stiker yang langsung kami pasang di buku mereka ..wah laris manis nih..gambarnya berbagai bentuk yang kami rancang agar lebih menarik dan menimbulkan minat baca dengan harapan apa yang terkandung dalam tulisan itu dapat segera di laksanakan, Sejak kapan metode seperti ini di laksanakan ? metode ini sudah di lakukan sejak tahun 2008 ..kalau di tempat lain,ini mah sudah basi..maklumlah kami ini perawat deso..
Jumat, 28 Februari 2014
" Pangkat Gue kan Tinggi ! .Cek...cek..cek "
Sudah Dari zaman Majapahit ,Singasari sampai sekarang Kalau terjadi sesuatu masalah ,Bukan mau cari Pokok masalah atau sumber masalah malah yang pertama di cari siapa yang pantas untuk menjadi Tumbal ,Gerasak gerusuk,sikut kanan dan kiri untuk bebas dari sebuah kesalahan< Ngomong sedikit di buat-buat serak agar kelihatan berwibawa maklumlah' kan Gue Sarjana , Pangkat Gue kan Tinggi! ...cek..cek cek..
Kejadian Ini Sering terjadi bahkan hampir tiap hari terjadi, Sekolah Setinggi Langit ya tetap saja Hasil nol Besar ...Mungkin harus ada sekolah tata krama , Sekolah yang mencetak rasa malu pada diri sendiri dan seragam yang di pakai ..eh memang SK gue tergadai di Bank untuk bagun Rumah tapi gue tak membeli sebuah Ijasah..kata Orang Tua pamali..he..he
Kamis, 27 Februari 2014
"kecuali puskesmasnya letaknya di tengah hutan .. pimpusnya Tarzan."
Wah Hebat dong jadi puskesmas percontohan...disaat saya mendengar kabar ini saya hanya tersenyum...kegiatan Senam Usila adalaha bukan barang baru , semua puskesmas sudah tahu tentang senam ini, kecuali puskesmasnya lokasinya di tengah hutan dan pimpusnya Tarzan.di jamin nga akan tahu tentang senam ini..
Untuk menjadi Sebuah percontohan bukanlah perkara mudah, Selain mengaktifkan senam Usila itu pada masyarakat, Sistem pelayanan grafiknya juga harus naik , Sistem pelaporan ,jadwal kegiatan ,serta item laporan kedinas terkait harus dilaksanakan jangan sampai kosong misalnya dalam pelaporan itu ada yang mempertanyakan berapa kali promkes di usila di laksanakan ...maka Kegiatan Promkes itu harus jalan....jangan Lupa ukur frekwensi penyuluhanya., keterlibatan Petugas Pustu dan Polindes sangat berperan penting dalam pelaksaan kegiatan ini, jadi Sistem pengawannya harus sedikit estra ......yang paling terpenting adalah kerja sama dengan program kesehatan lainya, baik itu petugas gizi , kesling dll ........ya kita lihat saja ,apa saya akan bertepung tangan atau saya hanya tersenyum...maaf sangat singkat saya yakin para pembaca sudah pada pinter-pinter..jadi malu nih..he..he
Selasa, 25 Februari 2014
" Sang Juru Kunci "
Berkerja dengan baik Bukan berarti asal Kerja, Asal Hadir,Absen Lalu Pulang....yang Penting Hadir kata kawan saya..he..kebanyakan orang tidak tahu dalam berkerja " kebanyakan lho ya..artinya ada juga yang mengerti bagai mana cara berkerja yang baik , Orang yang berkerja Tanpa adanya data sebagi dasar dalam berkerja ,seperti Orang yang mabuk ,binggung apa yang harus dilakukan alhasil kerjaan jadi asal-asalan, semaunya , senak udele dewe , nah coba kalau kita lihat /perhatikan di TV disaat ada Korban bencana alam ,orang-orang pada sibuk ingin membantu ,tapi sayang seribu kali sayang perencanaan serta data yang mereka miliki tidak ada jadinya bukan mau membantu malahan jadi wisata bencana , membantunya tidak eh mala sibuk fhoto-fhoto kenang-kenangan untuk anak bini...
Begitu Pula dalam Melakukan Pelayanan Kesehatan di Masyarakat, Data memiliki Peran yang sangat penting
Dimana Dengan adanya data, maka akan mudahkan kita untuk Menentukan target sasaran , Di Puskesmas Padang Pengrapat Petugas Survelens Memiliki peran Kunci dalam menetukan arah Program Kesehatan, Semua data Cakupan Program baik Harian dan Bulanan ,Triwulan dan Tahunan Di Olah untuk di analisa serta menetukan rencana Tindakan Lanjutan'Sesuai Dari Tugas Survelens yaitu " Membantu Program Lain dalam Meningkatkan Cakupan Program " Maka Survelens Puskesmas Padang Pengrapat selalu memonitoring Semua Program Kesehatan
dari data-data yang di Olah maka petugas Survelens dapat memeberikan Masukan /arahan apa-apa yang harus di kerjakan oleh Pengelola Program...Jadi Berkerjalah berdasarkan data yang ada .. Bukan asal jalan...atau jalan sendiri....Tersesat dong
Minggu, 23 Februari 2014
" Si Anak Bawang "
" Mengharap kan pelatihan dari pihak terkait ? Kalau boleh saya katakan ...Mimpi kale "
Seperti Malam yang merindukan siang Kalau boleh saya katakan begitu lah nasif Kawan- kawan Kita Di Polindes dan Pustu , Boro-boro Dapat pelatihan Kalau dapat Omelan Sudah pasti Sering....Dalam Upaya meningkatkan Kwalitas Pelayanan Di Tahun 2014 Puskesmas padang pengrapat Mencoba Memberikan Pelatihan Kecil Pada Petugas Kesehatan di Polindes dan Pustu, Kegiatan ini Di lakukan satu Bulan Sekali yang langsung Di bimbing Oleh dokter Puskesmas , Materinya sederhana yaitu Mendiskusikan Kasus yang sering timbul di lapangan serta arahan dari Penggelola Program kesehatan , Selain Petugas Pustu dan Polindes perawat atau bidan yang baru berkerja/magang atau honor di wajibkan ikut program ini , Diharapkan dari kegiatan seperrti ini Petugas dapat mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi Masyarakat
Jumat, 21 Februari 2014
" Bukan lagi Celaka 13 tapi Celaka 300"
" Ha..ha dan Hi..hi
Sistem Perencanaan Sangat Di Anjurkan Bahkan Di Wajibkan Untuk Segera di Buat oleh Pengelola Program , Dengan adanya Sistem Perencanaan yang baik Maka akan mempermudah Kita dalam Melakukan Sebuah Kegiatan , Perencanaan dapat mengambarkan suatu kegiatan dalam Satu Tahun, Baik itu Tujuan , sasaran, Serta Targer yang akan di Capai, Tidak Semua Pengelola Program Kesehatan di Puskesmas Membuat Sistem Perencanaan ini , Hasilnya Bisa Dilihat Banyak Dari Petugas Hanya mampun Melakukan Kegiatan Rutin Saja Seperti Posyandu, Imunisasi dll selebihnya hanya bisa ha..ha dan hi..hi sampai waktu pulang Tiba . lalu Bagai manakah Membuat Sistem Perencanaan Itu ? Buatlah Rencana Kegiatan Yang Paling Sederhana , Buatlah Inovasi baru kegiatan yang ber isi tanggal , Tujuan, Sasaran dan Materi apa Yang hendak di Sampaikan atau Kegiatan yang akan Di laksanakan ,
Sistem Perencanaan Sangat Di Anjurkan Bahkan Di Wajibkan Untuk Segera di Buat oleh Pengelola Program , Dengan adanya Sistem Perencanaan yang baik Maka akan mempermudah Kita dalam Melakukan Sebuah Kegiatan , Perencanaan dapat mengambarkan suatu kegiatan dalam Satu Tahun, Baik itu Tujuan , sasaran, Serta Targer yang akan di Capai, Tidak Semua Pengelola Program Kesehatan di Puskesmas Membuat Sistem Perencanaan ini , Hasilnya Bisa Dilihat Banyak Dari Petugas Hanya mampun Melakukan Kegiatan Rutin Saja Seperti Posyandu, Imunisasi dll selebihnya hanya bisa ha..ha dan hi..hi sampai waktu pulang Tiba . lalu Bagai manakah Membuat Sistem Perencanaan Itu ? Buatlah Rencana Kegiatan Yang Paling Sederhana , Buatlah Inovasi baru kegiatan yang ber isi tanggal , Tujuan, Sasaran dan Materi apa Yang hendak di Sampaikan atau Kegiatan yang akan Di laksanakan ,
“ Tanda Tanggan Semuanya pun
Selesai “
MengEvaluasi Atau Membuat Rencana
Lanjutan Sangatlah Penting dimana dengan Metode seperti ini Kegiatan atau
perencanan Tidak Menjadi Putus tetapi terus menerus sampai Targer Tercapai ,
Kebanyakan Dari Kita Hanya Membuat
Laporan hanya Untuk Bulan Ini, Setelah ditandatangani Pimpinan semua kegiatan dianggap
sudah Beres (Mungkin seperti Diterjen
pemutih... Semua Kembali Bersih...he..he..) dan kegiatan di ulang lagi dengan
mengunakan dana lain Misalnya Di BOK ..wah...wah.. giman ini ? Kerja Seperti inilah
Kerja yang keblinger , asal Kerja, kerja semau udelnya dewe, Seperti Membuang
garam dalam lautan Subsidinya Besar
hasilnya tidak ada .
“ Celaka 300 “
Bukan Lagi Celaka 13 tapi Celaka
300, Gimana Tidak Pada Program BOK kegiatan yang dilaksanakan oleh pengelola
program Semakin Tidak Jelas ,mereka merencanakan kegiatan lanjutan Tidak
Berdasarkan Data ,Tapi berdasarkan Terawangan seperti mama Lorens , Kegiatan
jadi Tumpang Tindih dengan Perencanan di
POA , Gimana nih....... Kerjakan Dulu kegiatan yang ada di POA lalu Evaluasi
apakah Kegiatan itu memerlukan dana tambahan atau tidak ,tentu saja semuanya Harus Berdasarkan data hasil Kegiatan Cakupan
Bulanan , Kalau Cakupan Program tersebut Memang memerlukan Dana Tambahan
atau masih Jauh dari dari Target silahkan lakukan di BOK kalau Cakupan sudah
Tercapai , ya.. tidak Usah menggunakan Dana BOK untuk melakukan Kegiatan yang
Sama b , Lebih Baik Dana BOK itu di
limpahkan Pada Program Lain yang cakupanya masih kurang dan memang
Memerlukannya , Silahkan Ajukan Kegiatan Baru tapi Semua harus bedasarkan data Bukan Hasil terawangan
he..he..he ,hm......Ehm.......Ehm......Puskesmas Bukan Tempat Cari Uang
Tambahan, tapi Puskesmas Tempat Kita melakukan Pelayanan Kesehatan Terhadap
Masyarakat , Jangan Merasa Pangkat Tinggi, memiliki Gelar Sarja Lalu Kita
Beprilaku Semaunya ,Punya lah Sedikit Rasa Malu , Hargailah dan Hormatilah
Seragam Yang ada , Kalau Mau jelasnya Lebih Baik Sekolah Lagi
Poster Caleg vs Poster Promkes
Beginilah Cara Kami Mempopulerkan Pentingnya Kesehatan , Kami Sadar Tangan Kami Tak Mampu Untuk Merangkul Semua Lapisan Masyarakat Semoga cara ini dapat Mewakili keInginan kami Untuk Mengajak pentingnya Hidup Sehat Bagi Masyarakat < ketika Seorang Teman Betanya Kepada Saya " Kira-Kira Menurut Mas Kapan Metode Seperti Ini Akan Berhasil ? Untuk Merobah Prilaku Seseorang, Golongan Atau Masyarakat Luas Itu Perlu Waktu ...Sampai Kapan ? Saya Sendiri tak Tahu Namun Bagi Kami Usaha seperti Ini Lambat Laun Akan Berhasil Walapun kami sadar bahwa kami Tak Bisa melihat Keberhasilan Itu " Jalan Yang Kita buka Tidak Selalu Harus Kita Nikmati"
Kamis, 20 Februari 2014
Program ku sayang, Program ku Malang
"Program Yang Hilang"
Pada Tahun 2008 Puskesmas Padang Pengrapat Membentuk Sebuah Kader Survelens Efidemiologi ,dimana Kader ini merupakan Seleksi / kader terbaik Dari Kader yang ada Sistem Pelatihan Terhadap Kader Survelens Efidemiologi adalah Sistem Pengawasan,pelaporan ,Pencatatan Ter hadap Lingkunganya Dan ini Di laporkan Setiap Minggunya , Selain Itu Para Kader Di Latih dasar dasar Dalam Pemberian Pertolongan Pertama Dalam Kasus Darurat,Balut Membalut, Memonitor Tanda-tanda Pital , Cara Mengambil Keputusan.,Pemeriksaan Jentik Nyamuk, Mampu Pronkes di Tengah Masyarakat dll,
Tujuan dalam pembentukan Kader ini adalah Pencegahan Sedini Mungkin Terhadap Kasus yang dapat menimbulkan KLB dalam Bentuk Laporan , Pada waktu itu Petugas Masih Jadul Nga Punya Namanya HP jadi Ya harus Rajin Memunggut Bola Kelapangan, Mereka Di tempatkan Berdasarkan Tempat Tinggal Masing-masing Dan Setiap Kader Wajib Mengawasi Lingkunganya dan Wajib Melaporkan Bila ada Warga yang Di Curigai Menderita Penyakit Yang Dapat Menimbulkan KLB ( Kejadian Luar Biasa )
" Semua Ada Akhirnya"
Masa Berlaku Kader Ini Pun Tiba , Entah dari tahun berapa Kader Survelens Ini mendapat Pertentangan Dari Pihak terkait ,Tahun Ini Kader ini di setujui namun Tahun Berikutnya Anggaran Kader Ini Di Hilangkan
Begitu Seterusnya Semua Serba Tidak Jelas, Alasan Pencoretan anggaran Kader Survelens Juga Tidak Masuk Di Akal Di Saat Di Luar Sana Sudah Pada Sibuk Dengan Program " Sutra Emas " Di sini Malah Sibuk dalam hal Coret Mencoret...Akhirya Pada Tahun 2013 Penggelola Program Mengambil Keputusan Secara Resmi Kader Ini Pun Di Bubarkan " .....Nasif Jadi Bawahan
Sang dokter
"Pengobatan "
Selain Pengobatan Di Puskesmas Induk,Pemberian Pelayan Di Daerah terpencil Juga Di lakukan Dengan Sistem Kunjungan Yang terjadwal, Dimana petugas yang berangkatTerdiri Dari Seorang Dokter,Perawat , Bidan Dan Petugas Gizi ,Hal ini Dilakukan Untuk memberikan Pelayanan Yang Optimal kepada Masyarakat
Sang Juara
" Sang Juara "
Piala ini Sudah Tidak Kami butuhkanlagi ada hal Yang Jauh dari sekedar piala "Rasa malu Terhadap Gelar yang di sandang, Rasa malu terhadap Tanggung jawab Yang diberikan ,Rasa Malu Terhadap Diri sendiri, Dan Rasa malu terhadap Wajah-wajah yang memohon pertolongan jauh lebih Penting dari Sebuah Piala sebagai akhir sebuah Tujuan ,Mutu pelayanan target yang harus dicapai
, Katakan Pada mereka Aku Belajar dari Sang Alam , Aku belajar Dari Mahluk yang tak berakal Seperti Ular yang hanya makan di saat Lapar ,Seperti lebah yang memberikan Hasil pada yang lain,Seperti kupu-kupu dan Kunang-kunang yang memberikan Keindahan ,Dan Katakan Aku Tak memiliki Gelar ,yang Kudapatkan hanya Rasa Yang Tak Bisa Ku Ceritakan seperi Manisnya madu yang tak bisa ku gambarkan Dan sekali lagi Katakan 'Pengalaman Hidup adalah Guruku ( Hokage )
Sweeping
Imunisasi
Untuk Program Yang satu ini tidak Usah di Bahas Lagi , Sudah Pasti Program ini adalah Program Yang wajib...wajib dan wajib di laksanakan, Coba saja kalau di Wilayah Kerja kita di dapatka Satu kasus Polio..He..he Pengelola Program Imunisasi Bakalan Di jewer , Dalam Mencapai Cakupan Imunisasi Puskesmas Tidak Hanya duduk di belakang Meja sambil Minum Kopi , Petugas Harus terjun Kelapangan Untuk Mengejar Target Sasaran Bahasa Gaulnya" Sweeping"
" Cuap-Cuap"
" Cuap-cuap Emang Gampang ?"
Kegiatan Ini juga bukan barang Baru ,semua Puskesmas di Indonesia Bahkan di Dunia Kesehatan Peran Promkes Sangat Pital , Dalam meningkatkan Informasi Kesehatan di tengah Masyarakat Puskesmas padang Pengrapat Melakukan Kegiatan Promkes Dalam Gedung, Luar gedung, Promkes Oleh Kader , Promkes Keliling serta promkesdi sarana Pendidikan dll
Cuap-Cuap teryata Bukan Perkara Mudah ,Bukan Asal Ngomong , asal teriak atau Nyerocos tampa arah dan Tujuan ,Yang terpenting dalam Promkes adalah Bagai mana pesan Dapat tersampaikan dengan metode sedehana ,bahasa yang muda dan dapat di menegrti jadi sekali lagi bukan asal Ngomong ! Bagi Perawat Muda ini bukan hal mudah, kelihatanya sederhana tapi bila di dengar dengan seksama akan Timbul pertanyaan ini promkes atau membaca ? Untuk Itu maka para perawat yang sudah berpengalaman dalam bidang ini wajib membimbing
Selain Cuap-cuap alat Peraga Juga sangat penting dalam penyampain Maksut dan tujuan .Lalu bagai Mana Mengukur Frekwensi Promkes Oleh petugas,Frekwensi Fromkes keliling atau Frekwensi Promkes Oleh Kader Posyandu.....? hayo..Nga Tahu Juga ya...Cobadeh Buka bukunya lagi ya...
Rabu, 19 Februari 2014
KIA
Progarama Yang Satu Ini Bukan Barang Baru Bagi Petugas kesehatan untuk itu kami tidak Membahas terlalu jauh karena saya yakin para pembaca sudah Pada Tahu dan pada pinter semua, Puskesmas padang Pengrapat Tidak Banyak Melakukan Pubahan pada Program Yang satu Ini , Penambahanya hanya mengaktifkan kembali Senam Usila...Boleh dah Di bilang Program Basi Namun kalau boleh saya bertanya Seberapa besar Kegiatan ini Sudah Dilakukan..He..he , Untuk Kegiatan Kelas Bumil Kegiatan Sedikit Diperluas yaitu Langsung Di tengah Masyarakat Tidak Lagi Selalu Di Puskesmas
Selasa, 18 Februari 2014
Program Gizi
Programa Gizi
Tidak Di Pungkiri Kegitan Program yang Satu ini di Tahun 2013 Mengalami Kemunduran Cakupan Program Tidak Mencapai Target Sasaran , Siapakah Yang Harus Bertangung Jawab Atas Semua ini ? Rasanya Tidak Adil Bila kita hanya menunjuk Salah Satu Orang Saja ,Puskesmas Adalah Atap dari semua Program Kalau Boleh Saya Berpendapat Maka Yang salah adalah Kita Semua,
" Lupakan "
Menatap kedepan Adalah Pemikiran yang bijak ,Sistem perencanaan, pemntauan ,Evaluasi harus segera di lakukan Sistem Monitoring Kegiatan Harian Baik di Posyandu Maupun pertemuan Kader , Menatap Tahun 2014 Puskesmas Padang Pengrapat Melakukan Prombakan Besar Terhadap Program Yang Satu,Diantaranya Seperti Sistem Pencatatan,pelaporan ,Kwalitas Kader, Kelengkapan Posyandu , Materi Temu kader, Pelatihan Kader dll
Kamis, 13 Februari 2014
Puskesmas Ku
“ SeKapur sirih “
Tidak banyak yang tahu tentang
Puskesmas ini ,bagai mana tidak Puskesmas ini Sangat jauh dan tidak popeler
seperti puskesmas Kebanyakan, Namun dari ketidak Populeran inilah kami mencoba Belajar dari Puskesmas lain
tentang kekurangan yang kami miliki, mencoba tampil kedepan,
Mencoba bangkit dari ke
terpurukan , mencoba memiliki mimpi seperti puskesmas lainnya,Wah...sepeti dongeng ya...” Tidak ini bukan mimpi ! ini harus kami
wujudkan apapun taruhnya Walaupun kami perawat wong
deso tapi kami mempunya kemauan untuk maju
Beberapa Tahun Silam “
Tak tahu tepatnya tanggal
berapa dan hari apa namun sangat jelas di ingatan saya ..pada waktu itu di
jaman Ke pemimpinan Pak herman ,anggaran Puskesmas kami masih kecil, Tenaga
Kesehatan Masih Kurang ,Kami tidak Mengunakan Komputer ( hanya mengunakan Mesin
Tik dalam membuat Laporan ) Semuanya serba ketinggalan baik peralatan dan
Inopasi Program...pokoe semuanya Ele..he..he..
Entah dari mana datangnya di saat kami sedang duduk santai di bawah
sebuah pohon seorang Teman berkata “ Kita ini adalah perawat buagan perawat
dengan latar belakang yang rapor nya berwarna merah ..” benar kita memang Tenaga kesehatan buangan ,jawab seorang teman lagi ,namun kita
buktikan pada mereka bahwa sebenarnya kita bisa dan bahkan lebih baik dari
mereka “ Entah mengapa Kalimat tersebut membakar semangat teman-teman lainya
nah...disinilah awal cerita kita mulai
Langganan:
Komentar (Atom)







.jpg)





.jpg)